Darurat Membaca, Tabanan Gaungkan Gerakan Literasi untuk Generasi Muda

0
8
Literasi
Kegiatan literasi yang digelar, Senin (20/4), di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Tabanan. (ist)

balibercerita.com –
Di tengah derasnya arus digitalisasi yang kian memengaruhi pola hidup generasi muda, Pemkab Tabanan menegaskan pentingnya penguatan literasi sebagai fondasi membangun generasi unggul. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan literasi bertajuk “Literasi Cerdas Membangun Generasi Hebat Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani” yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Duta Literasi, Duta Baca, dan Duta Demokrasi, Senin (20/4), di Gedung Kesenian I Ketut Marya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tabanan ini menjadi momentum penting dalam menyikapi tantangan era disrupsi, khususnya bagi generasi muda.

Bunda Literasi Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H., M.M., atau yang akrab disapa Bunda Rai, dalam paparannya menyoroti perubahan signifikan perilaku anak-anak di era digital saat ini dibandingkan masa lalu. “Saat itu saya banyak bermain di luar rumah sepulang sekolah, bermain congklak dan permainan tradisional, bersosialisasi dengan teman-teman. Tapi sekarang, begitu bangun tidur atau pulang sekolah, anak-anak langsung memegang HP, bahkan kadang-kadang lupa makan. Itu fakta yang saya lihat saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga:   Studium Generale Prodi Yoga Kesehatan UHN Sugriwa Perkenalkan Paravidya dari Brahmavidya Vihangam Yoga

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut peran aktif orang tua dalam melakukan pengawasan penggunaan gawai pada anak. “Kita sebagai orang tua harus lebih ketat mengawasi anak-anak dalam menggunakan HP atau smartphone. Memang kita tidak bisa menolak era digital, tapi anak-anak harus didampingi karena informasi baik dan buruk sama-sama tersebar di dalamnya,” tegas Bunda Rai.

Ia juga mengingatkan bahaya penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks yang mudah diakses oleh anak-anak. “Jangan sampai anak-anak kita mengakses dan mengkonsumsi informasi yang salah. Peran keluarga sangat penting untuk memastikan mereka mendapatkan informasi yang benar,” imbuhnya.

Sebagai solusi, Bunda Rai mengajak seluruh elemen, baik keluarga maupun sekolah, untuk kembali menghidupkan budaya membaca. “Mulai dari hal kecil, dari rumah ajak anak-anak membaca buku sederhana yang bermakna. Di sekolah, aktifkan kembali budaya membaca di perpustakaan, dan ajarkan anak-anak untuk menyaring informasi yang mereka baca,” ajaknya.

Baca Juga:   ​41 Guru di Denpasar Terima SK Kepala Sekolah

Sementara itu, Duta Baca Kabupaten Tabanan, I Gede Paramartha Daisuke Matzusawa, S.E., M.M., menyoroti kondisi literasi nasional yang dinilai masih memprihatinkan. “Indonesia saat ini bisa dikatakan dalam kondisi darurat budaya membaca. Membaca buku fisik memberikan pemahaman utuh, sedangkan di media sosial informasi yang diterima seringkali hanya potongan-potongan yang bisa menimbulkan multitafsir hingga hoaks,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran duta baca di sekolah diharapkan mampu menjadi motor penggerak budaya literasi. “Agar tidak bosan, bacalah buku sesuai minat. Bahkan komik juga termasuk buku. Ketika kita membaca sesuatu yang kita sukai, maka minat membaca akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.

Baca Juga:   Undiksha Gelar Dharma Shanti Panyepian, Tekankan Sinergi Hindu dan Teknologi

Di tingkat sekolah, salah satu Duta Baca dari SMA Negeri 1 Pupuan, I Gede Febri Hartawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan program konkret untuk meningkatkan minat baca. “Kami akan membudayakan membaca buku dan membuat resensi dalam bentuk kompetisi internal sekolah, lalu hasilnya dipresentasikan di depan teman-teman. Ini juga untuk melatih mental dan kemampuan komunikasi,” jelasnya.

Sementara itu, Duta Demokrasi dari SMA Surya Wisata Tabanan, Ni Kadek Ita Pratiwi menekankan pentingnya pemahaman demokrasi sejak dini. “Kami sepakat bahwa demokrasi harus dimaknai dengan prinsip jujur dan adil. Budaya literasi demokrasi harus dibangun sejak generasi muda agar ke depan menjadi pemilih yang cerdas,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan gerakan literasi dan demokrasi di Kabupaten Tabanan dapat semakin kuat dan berkelanjutan, sekaligus menjadi benteng bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. (BC13)