Sejumlah Elemen Mahasiswa Dukung Pemekaran Papua Sebagai Wujud Pemerataan Pembangunan

Papua
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Amanat berfoto bersama usai diskusi otsus dan DOB. (ist)

Denpasar, balibercerita.com – 

Puluhan mahasiswa dan pemuda Melanesia serta Bali yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nusantara (Amanat), Selasa (28/6), menggelar diskusi yang membahas urgensi Undang-undang nomor 2 tahun 2021 tentang otonomi khusus (otsus), serta pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua, di Warung Bela Negara, Jalan Cok Agung Tresna No. 114 Denpasar. Dalam diskusi itu, para peserta sepakat membuat petisi yang dituangkan dalam bentuk spanduk berisi tanda tangan peserta. Hal itu sebagai bukti konkret dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam membangun Papua melalui program otsus serta pemekaran otonomi baru Papua.

Koordinator Amanat, Martinus, dalam diskusi mengatakan, Papua merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia. Namun sampai saat ini pembangunan di wilayah Papua masih mengalami beberapa kendala karena keterbatasan jangkauan pemerintah. “Hal ini dikarenakan hanya ada dua provinsi di Papua dengan luas wilayah yang cukup luas,” ucapnya.

Baca Juga:   Qantas Airlines Kembali Mendarat di Bandara Ngurah Rai

Atas hal itu, pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan otsus dan pembentukan DOB Provinsi Papua, melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 sebagai langkah pemerataan pembangunan wilayah. Direncanakan akan ada 3 provinsi baru di Papua, yaitu Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Selatan, dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah. Pemekaran wilayah di Papua perlu dilakukan untuk meratakan pembangunan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperpendek rentang birokrasi, meningkatkan pelayanan publik, dan memajukan daerah demi kesejahteraan masyarakat Papua. 

Dengan alasan itu, pihaknya mengaku mendukung setiap kebijakan pemerintah dalam upaya pemerataan pembangunan Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satunya adalah Mendukung pembentukan otsus serta pemekaran DOB Papua sebagai wujud pemerataan pembangunan di Tanah Papua. Pihaknya mendorong pemerintah pusat dan DPR RI untuk segera melakukan konsolidasi dengan masyarakat setempat, terkait rencana pemekaran DOB Papua. 

Baca Juga:   The Nusa Dua Kantongi Tiga Sertifikat Jaminan Keamanan dan Kenyamanan Kawasan

Salah satu peserta bernama Timor Alfin mengatakan, beberapa masukan dari sudut pandang masyarakat kebijakan positif dari pemerintah dalam mengeluarkan Undang-Undang No. 2 tahun 2021 patut diapresiasi. Hal itu adalah sebuah langkah strategis dari pemerintah, untuk mensejahterakan masyarakatnya khususnya di Papua. Hal positif itu sudah sepatutnya di dukung untuk kebaikan dan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Papua. “Ini juga agar persatuan dan kesatuan NKRI selalu terjaga, karena sebuah negara yang baik adalah negara yang mencerdaskan bangsanya dengan segala bentuk pembangunan dan kesejahteraan,” paparnya.

Hal serupa diungkapkan oleh peserta lainnya bernama Made Bawa. Mahasiswa Universitas Warmadewa ini mengatakan, bahwa sebagai agent of change, mahasiswa harus mengawal setiap kebijakan yang mengarah pada perubahan lebih baik kedepannya. Otsus tersebut saat ini sangat diperlukan oleh Papua yang menjadi provinsi yang luas dan provinsi yang tertinggal. “Saya ingin pendekatan pelayanan, sehingga pemerataan pembangunan itu ada dan betul betul bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga:   Jelang Insarag AP ERE 2022, Dirops Basarnas RI Pantau Kesiapan Basarnas Bali 

Pada dasarnya, tujuan pembentukan atau pemekaran daerah adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik secara politik maupun ekonomi sehingga sangat urgent untuk dilakukannya pemekaran. Pihaknya sebagai mahasiswa dan mewakili suara masyarakat membutuhkan sentuhan-sentuhan dari pemerintah dan akses pelayanan yang mumpuni untuk masyarakat. “Kami sebagai mahasiswa mendesak pemerintah selaku yang memiliki, mempunyai wewenang agar disampaikan aspirasi mahasiswa dan segera melakukan pemekaran tersebut,” imbuhnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini