Ratusan Ribu Dosis Vaksin Rabies Tiba di Bali 

Rabies
Petugas Bea Cukai Ngurah Rai memeriksa kondisi vaksin yang diimpor Kementerian Pertanian. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Sebanyak 200 ribu dosis vaksin rabies hibah dari World Organization of Animal Health telah diterima Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian pada Senin (19/9), di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Vaksin hibah itu dikirim dari Belanda, dengan fasilitasi pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor dari Bea Cukai Ngurah Rai. Vaksin itu didatangkan untuk mensukseskan gelaran KTT G20 yang akan dilaksanakan pada November 2022 di Nusa Dua. 

Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, Susila Brata menerangkan, sebelum Bea Cukai Ngurah Rai menjalankan fungsi fasilitasi memberikan pengeluaran segera (rush handling) atas impor ratusan ribu dosis vaksin rabies yang didatangkan oleh Kementerian Pertanian, Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT telah memberikan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT nomor KEP-141/WBC.13/2022 tanggal 29 Agustus 2022. 

Baca Juga:   Nataru, Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Meningkat

Pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor atas impor barang hibah oleh Kementerian Pertanian untuk kepentingan umum tersebut merupakan tugas fungsi dari Bea Cukai dalam hal fasilitasi. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.04/2019. “Kami berikan fasilitas tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan kami atas suksesnya presidensi G20,” ucapnya. 

Sementara, Mira Puspita Dewi selaku Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai menerangkan, vaksin rabies yang diimpor tersebut merupakan bagian dari rencana program vaksinasi rabies di Provinsi Bali, yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian menjelang gelaran KTT G20. Memperhatikan karakteristik vaksin rabies yang memerlukan penanganan dengan lemari berpendingin, Bea Cukai Ngurah Rai memberikan asistensi kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian untuk mendapatkan pelayanan segera/rush handling. 

Baca Juga:   Persiapkan Desainer Tenun Bali Jadi Entrepreneur

“Kami memahami bahwa vaksin ini perlu penanganan khusus agar kandungannya tidak rusak sampai tiba dan disalurkan. Sehingga kami memberikan pelayanan segera/rush handling kepada 200.000 dosis vaksin rabies. Dengan demikian barang dapat segera dikeluarkan terlebih dahulu dan pemenuhan kewajiban kepabeanan dapat diselesaikan setelahnya,” paparnya.

Baca Juga:   Kementerian PUPR Lanjutkan Proyek Dua Bendungan di Bali

Pihaknya berharap sinergi yang baik antara Bea Cukai, baik Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, Bea Cukai Ngurah Rai, bersama Kementerian Pertanian dapat secara nyata dapat ikut mensukseskan KTT G20 di Bali.

Atas fasilitasi ratusan dosis vaksin rabies itu, I Putu Eka Sentana selaku Koordinator Substansi Program dan Evaluasi, Balai Besar Veteriner Denpasar mewakili Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian mengucapkan terima kasih kepada Bea Cukai Ngurah Rai dan Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, atas berbagai langkah tanggap yang diberikan. Sehingga impor vaksin dapat direalisasikan dengan pengeluaran segera serta mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini