Denpasar, balibercerita.com –
CEO PT Indomobil eMotor Internasional, Pius Wirawan menilai, potensi pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia, khususnya motor listrik, sangat besar. Menurutnya, selain menawarkan efisiensi finansial yang signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil, teknologi baterai dan performa motor listrik saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.
“Daya tahan baterai semakin baik, kecepatan juga sudah memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Apalagi dengan dukungan pemerintah dan media, saya optimis perubahan mindset masyarakat akan terus berkembang,” ujar Pius.
Indomobil eMotor menyadari bahwa salah satu tantangan awal motor listrik di Indonesia adalah keragaman produk dan kualitas yang belum merata. “Kami sempat masuk dalam fase di mana banyak merek hadir dengan berbagai produk, tapi kualitasnya belum dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Sebagai respons, perusahaan melakukan pengujian intensif terhadap produknya, seperti tes ketahanan baterai dan rangka. Salah satu demonstrasi yang mencuri perhatian adalah ketika pihaknya merendam motor selama 25 hari di dalam akuarium setinggi 80 cm air dalam sebuah pameran di Jakarta, untuk menunjukkan ketahanan produk terhadap air. Selain itu, test ride juga secara rutin digelar oleh dealer Indomobil di berbagai kota guna memberikan pengalaman langsung kepada calon konsumen.
Indomobil eMotor juga menerapkan strategi peluncuran regional, tidak hanya terpusat di Jakarta, untuk memperluas jangkauan dan edukasi masyarakat. Pius menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih terbuka, bukan hanya terhadap produk Indomobil, tapi terhadap konsep kendaraan listrik secara keseluruhan.
“Salah satu peluang besar adalah pasar sepeda motor di Indonesia yang mencapai sekitar 6 juta unit per tahun. Namun selama lebih dari satu dekade, tidak ada inovasi signifikan pada produk motor. Teknologi yang biasanya hanya dinikmati di mobil kini kami hadirkan ke sepeda motor,” jelasnya.
Dengan pendekatan fitur lengkap, aftersales yang terjamin, serta perluasan jaringan outlet, Pius percaya proses edukasi dan adopsi ini akan terus tumbuh. Tahun lalu, penjualan motor listrik nasional mencapai 78.807 unit, atau sedikit di atas 1 persen dari total pasar. Pius menargetkan angka ini dapat meningkat menjadi 5 persen dalam waktu dekat.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Indomobil eMotor telah menyiapkan jalur perakitan yang mampu memproduksi hingga 200 ribu unit per tahun. “Kami realistis, saat ini masih 1 persen dari pasar. Tapi kalau masyarakat semakin siap dan demand tumbuh, kapasitas produksi sudah kami siapkan,” ujar Pius.
Motor listrik unggulan mereka, Tyranno, telah mencatatkan lebih dari 5.000 unit terjual sejak pertama kali diluncurkan. Motor ini menawarkan jarak tempuh hingga 110 km, kecepatan maksimum 80 km/jam, dan dapat diisi daya dengan listrik rumah tangga hanya 400 watt. Biaya pengisian pun sangat hemat, dengan potensi penghematan hingga Rp6,5 juta per tahun, serta pajak tahunan hanya Rp35 ribu.
Dengan komitmen pengembangan berkelanjutan, peluncuran model baru, dan peningkatan fitur, Indomobil eMotor optimistis dapat menjadi pelopor dalam transformasi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. (BC5)
















