Beranda Umum Jasa Marga Bali Tol Perkuat Edukasi dan Pengawasan Menuju Zero ODOL 2027

Jasa Marga Bali Tol Perkuat Edukasi dan Pengawasan Menuju Zero ODOL 2027

0
Zero ODOL
Penandatanganan komitmen bersama menuju Zero ODOL 2027. (ist)

balibercerita.com –
Upaya mewujudkan jalan tol bebas kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL) pada 2027 terus diperkuat melalui edukasi, pengawasan, dan kolaborasi lintas instansi. PT Jasamarga Bali Tol (JBT) mendorong peningkatan kesadaran pengguna jalan dan pelaku usaha transportasi agar kepatuhan terhadap ketentuan kendaraan berjalan seiring dengan upaya menjaga keselamatan serta kualitas infrastruktur jalan tol.

Komitmen tersebut menjadi fokus dalam Temu Pelanggan 2026 PT Jasamarga Bali Tol yang digelar di Harris Hotel Sunset Road, Kuta, Rabu (21/10). Mengusung tema “Bersama Menjaga Keselamatan di Jalan Tol; Muatan Aman, Perjalanan Nyaman”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi, diskusi, sekaligus evaluasi bersama para pemangku kepentingan untuk memperkuat keselamatan berkendara dan meningkatkan kualitas pelayanan di Jalan Tol Bali Mandara.

Dalam sesi diskusi, sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, kepolisian, pemerintah, dan pengelola jalan tol berbagi pandangan mengenai pentingnya membangun sistem transportasi yang berkeselamatan.

Guru Besar Ilmu Transportasi Fakultas Teknik Universitas Udayana, Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya mengulas pentingnya menyeimbangkan kelancaran distribusi barang dengan keselamatan seluruh pengguna jalan. Pembahasan mencakup pengaruh muatan terhadap stabilitas kendaraan, faktor manusia dan kondisi jalan, serta dampak kendaraan ODOL terhadap kondisi dan keberlanjutan infrastruktur.

Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Kombes Pol. Yong Ferrydjon menyoroti pentingnya kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas, termasuk menjaga kecepatan, jarak aman, dan penggunaan lajur secara tepat. Kesiapan kendaraan, kesesuaian muatan, serta kondisi fisik pengemudi dan kecukupan istirahat sebelum berkendara juga menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan. Edukasi dan pelayanan kepolisian, menurutnya, perlu diperkuat melalui sinergi dengan instansi terkait.

Baca Juga:   Malam Hari, Presiden Jokowi Blusukan ke Rumah Warga Ubud

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Nyoman Sunarya menekankan, pemenuhan ketentuan dimensi dan muatan kendaraan serta pentingnya memastikan kendaraan laik jalan melalui uji berkala dan perawatan rutin. Pembinaan dan pengawasan transportasi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pelaku usaha angkutan, dan masyarakat untuk mendukung langkah bersama menuju Zero ODOL 2027.

Dari sisi pengelola jalan tol, Executive Specialist PT Jasamarga Bali Tol, Bimo Esmunantyo memaparkan komitmen perseroan dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemantauan lalu lintas, patroli rutin, serta penanganan insiden guna mendukung kelancaran perjalanan.

JBT juga terus memperkuat kolaborasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, akademisi, dan pengguna jalan. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sekaligus membangun komitmen bersama dalam mewujudkan perjalanan yang aman dan nyaman di Jalan Tol Bali Mandara, termasuk mendukung upaya menuju Zero ODOL 2027.

Direktur Keuangan PT Jasamarga Bali Tol, Wayan Eka Saputra menegaskan, keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama perusahaan. Menurutnya, muatan yang tertata sesuai ketentuan, kendaraan yang laik jalan, serta pengemudi yang tertib dan waspada menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.

Melalui forum temu pelanggan, JBT juga mendorong pertukaran pandangan dan evaluasi layanan bersama instansi terkait, akademisi, serta pelaku transportasi. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pemahaman mengenai bahaya ODOL tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi kepatuhan dalam aktivitas angkutan sehari-hari.

Baca Juga:   Pertamina Patra Niaga Imbau Publik Cermati Informasi Palsu soal BBM

Customer Experience Management Group Head PT Jasamarga Bali Tol, Ari Wibowo mengatakan, Temu Pelanggan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di delapan kota besar di Indonesia dan dijadwalkan berakhir pada November 2026. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan Jasa Marga. Pengakuan yang diterima perusahaan dalam bidang pelayanan publik, menurutnya, merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak sekaligus menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan.

Ari menegaskan, penerapan kebijakan menuju Zero ODOL pada 2027 membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh pihak. Kendaraan dengan dimensi maupun muatan yang melampaui ketentuan berisiko mengganggu stabilitas kendaraan, meningkatkan potensi kecelakaan, serta mempercepat kerusakan infrastruktur.

Ia mencontohkan, insiden kendaraan menabrak gerbang tol masih menjadi perhatian. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 100 kejadian kendaraan menabrak gerbang tol. Padahal, gerbang tol merupakan fasilitas tetap yang tidak bergerak. Kondisi ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kedisiplinan pengemudi dan memastikan kendaraan beroperasi sesuai ketentuan.

Ari berharap berbagai masukan yang dihimpun melalui forum temu pelanggan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan. Selain mempererat hubungan dengan para pemangku kepentingan, forum ini diharapkan memperkuat kesamaan langkah dalam mendukung keselamatan lalu lintas dan penerapan Zero ODOL.

Sementara itu, Manajer Operasional dan Pemeliharaan PT Jasamarga Bali Tol, Putu Gandhi Ginantra menjelaskan, jumlah kendaraan golongan II hingga V yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara relatif kecil, yakni kurang dari satu persen dari total kendaraan. Meski demikian, pengawasan dan edukasi tetap dilakukan untuk mencegah pelanggaran dimensi maupun muatan.

Baca Juga:   Amankan 5 Event Internasional, Polda Bali Kerahkan 895 Personel

JBT secara rutin berkolaborasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, BPTD, dan pemerintah daerah melalui operasi gabungan. Pemeriksaan juga dilakukan bersama Induk 6 Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Bali di gerbang tol. Kendaraan yang terindikasi melanggar ditangani secara humanis, disertai teguran dan sosialisasi mengenai risiko serta dampak kendaraan ODOL.

“Dari operasi gabungan yang kami lakukan, memang ditemukan kendaraan ODOL. Dalam operasi terakhir, jumlahnya di bawah 15 kendaraan. Kami memberikan teguran dan sosialisasi mengenai bahaya serta dampak kendaraan tersebut,” jelasnya.

Gandhi mengatakan, langkah pencegahan dilakukan sejak dini tanpa harus menunggu jumlah pelanggaran meningkat. Meski temuan kendaraan ODOL di Jalan Tol Bali Mandara relatif sedikit, pengawasan rutin tetap diperlukan agar pelanggaran dapat ditekan.

“Kami mulai dari sekarang, tidak menunggu sampai ramai baru melakukan tindakan. Harapannya, ke depan jumlahnya bukan bertambah, melainkan semakin berkurang hingga tidak ada kendaraan ODOL yang melintas, khususnya di Jalan Tol Bali Mandara,” ujarnya.

Melalui edukasi, pengawasan, dan kolaborasi berkelanjutan, JBT berharap kesadaran seluruh pengguna jalan dan pelaku usaha transportasi semakin meningkat. Kepatuhan terhadap ketentuan dimensi dan muatan kendaraan menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan perjalanan yang selamat, menjaga keandalan infrastruktur, serta mendukung target Zero ODOL 2027. (BC5)