Beranda Budaya UKM Dharmagita Bali UHN Sugriwa Gelar Lomba Kakawin, Libatkan Pelajar SMA/SMK se-Bali

UKM Dharmagita Bali UHN Sugriwa Gelar Lomba Kakawin, Libatkan Pelajar SMA/SMK se-Bali

0
UKM Dharmagita Bali
UKM Dharmagita Bali UHN Sugriwa menggelar lomba kakawin tingkat SMA/SMK se-Bali, di kantor DPRD Badung. (ist)

balibercerita.com –
Upaya melestarikan susastra Hindu di kalangan generasi muda terus dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Dharmagita Bali Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar (UHN Sugriwa). Salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba Utsawa Dharmagita Bidang Kakawin tingkat SMA/SMK se-Bali yang berlangsung di kantor DPRD Badung.

Kompetisi ini diikuti 26 pelajar dari berbagai SMA/SMK di Bali, terdiri atas 17 peserta putri dan 9 peserta putra. Keikutsertaan para pelajar tersebut mencerminkan minat generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan tradisi Dharmagita, khususnya Kakawin sebagai bagian penting dari warisan sastra dan kebudayaan Hindu.

Kegiatan dibuka oleh Pembina UKM Dharmagita Bali, Drs. I Wayan Redi, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa dharmagita memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Hindu sekaligus menanamkan nilai spiritual, etika, dan pembentukan karakter kepada generasi muda.

Menurutnya, kakawin tidak hanya menjadi karya sastra yang dilantunkan berdasarkan irama dan aturan tertentu, tetapi juga menyimpan nilai filosofis, ajaran kehidupan, serta kearifan budaya yang tetap relevan hingga saat ini. Karena itu, pelestarian kakawin perlu dilakukan secara berkesinambungan melalui pendidikan, pembinaan, dan kegiatan yang melibatkan generasi muda secara langsung.

Baca Juga:   Swadhyaya IV Bahas Kedudukan Perempuan dalam Perspektif Hindu

Ia juga menegaskan komitmen UHN Sugriwa dalam mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan Hindu. Sebagai perguruan tinggi, UHN Sugriwa tidak hanya berperan dalam penyelenggaraan pendidikan formal, tetapi juga menjadi ruang pengembangan tradisi, pengetahuan, dan apresiasi terhadap karya sastra klasik Hindu.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi UHN Sugriwa yakni Terdepan dalam Dharma, Berdaya Saing dalam Widya, dan Adaptif dalam Budaya. Melalui berbagai kegiatan akademik maupun kemahasiswaan, kampus berupaya menjaga agar warisan budaya Hindu tetap dipelajari, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia mendorong para peserta untuk terus mengasah kemampuan dan menjadikan kompetisi sebagai pengalaman berharga dalam memperdalam pengetahuan tentang sastra serta kebudayaan Hindu. Para pelajar yang memiliki minat terhadap sastra, bahasa, filsafat, seni keagamaan, dan kajian budaya juga diharapkan dapat mengembangkan potensinya melalui pendidikan tinggi, termasuk di UHN Sugriwa.

Baca Juga:   Semester I 2026, Bea Cukai Bali Nusra Ungkap 887 Kasus dengan Barang Ilegal Senilai Rp109,6 Miliar

Untuk menjamin penilaian yang objektif dan profesional, panitia menghadirkan dewan juri berstandar Provinsi Bali. Dewan juri terdiri atas Dr. Putu Ari Suprapta, S.S., M.Hum., dosen Universitas Udayana, serta dua dosen UHN Sugriwa yakni Dr. Putu Eka Sura Adnyana, M.Ag., M.Hum. dan I Putu Wiyasa, S.S., S.Pd., M.Pd.

Keterlibatan para juri yang kompeten menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas kompetisi. Selain memastikan proses penilaian berlangsung secara profesional, kehadiran dewan juri juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman berkompetisi dengan standar penilaian yang terarah.

Dalam lomba kakawin, peserta dituntut tidak hanya mampu melantunkan karya sastra, tetapi juga menguasai pelafalan, irama, penghayatan, serta kaidah dan makna yang terkandung di dalamnya. Aspek-aspek tersebut menjadikan kompetisi ini sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap kekayaan susastra Hindu.

Antusiasme peserta turut memperlihatkan pentingnya menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang sastra Hindu. Dengan keterlibatan 26 peserta dari berbagai sekolah di Bali, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, memperluas pengalaman, serta menjalin interaksi dengan sesama pecinta dharmagita. Bagi sekolah, kompetisi ini dapat menjadi sarana untuk mendukung pengembangan potensi peserta didik di bidang seni dan kebudayaan.

Baca Juga:   Festival Imlek Bersama Akan Digelar di Jalan Gajah Mada Denpasar 

Sebagai penyelenggara, UKM Dharmagita Bali UHN Sugriwa menunjukkan bahwa organisasi kemahasiswaan dapat berkontribusi secara nyata dalam pelestarian budaya di tengah masyarakat. Peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada pengembangan minat dan bakat di lingkungan kampus, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi pelajar dan komunitas kebudayaan.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara UHN Sugriwa, sekolah, dan komunitas dharmagita di Bali. Kolaborasi tersebut dapat membuka peluang pembinaan yang lebih luas, mendukung pengembangan kompetensi pelajar, serta mendorong keberlanjutan tradisi melalui pendidikan dan kegiatan kebudayaan. (BC10)